"Ahli Hukum Tegaskan Konten Willie Salim Hanya Hiburan, Bukan Pelanggaran Hukum"

Melanniati
0

QueenNews.co.id / Jakarta — Polemik dugaan konten giveaway “settingan” yang menyeret nama kreator digital Willie Salim kembali menuai perdebatan di ruang publik. Namun dari sudut pandang hukum, tudingan tersebut dinilai tidak memiliki dasar kuat untuk disebut sebagai pelanggaran hukum, apalagi tindak pidana.


Ahli Hukum Tata Negara Kurnia Saleh menjelaskan bahwa masyarakat perlu memahami perbedaan mendasar antara konten hiburan dan perbuatan hukum.


> “Logikanya sederhana. Banyak reality show di televisi yang mengandung skenario, pengulangan adegan, atau dramatisasi. Selama tidak ada pihak yang dirugikan dan tidak ada transaksi hukum yang dilanggar, itu tidak bisa disebut penipuan,” ujarnya.


Menurutnya, konten giveaway yang dibuat Willie Salim berada pada kategori hiburan digital dengan pendekatan storytelling, bukan kontrak atau janji hukum yang mengikat penonton maupun peserta.


> “Tidak ada perjanjian tertulis, tidak ada kewajiban hukum, dan tidak ada pihak yang diminta menyerahkan uang atau barang. Jadi secara hukum, hubungan yang dipermasalahkan itu tidak pernah ada,” jelasnya.


Ia menambahkan, tudingan penipuan juga tidak masuk akal bila dilihat dari logika keuntungan. Dalam hukum pidana, sebuah perbuatan baru dapat dikualifikasikan sebagai penipuan apabila pelaku memperoleh keuntungan secara melawan hukum.


> “Dalam kasus ini, Willie Salim tidak menerima uang dari peserta giveaway. Tidak ada pungutan, tidak ada transfer masuk dari pihak yang disebut dirugikan. Keuntungan yang diperoleh berasal dari iklan platform, yang sifatnya sah dan legal,” katanya.


Dengan kata lain, lanjut dia, tidak ada keuntungan langsung yang diperoleh dengan cara melawan hukum, sehingga unsur utama tindak pidana penipuan tidak terpenuhi.


Ahli hukum tersebut juga menegaskan bahwa narasi yang berkembang saat ini bersumber dari pernyataan sepihak di media sosial dan podcast, yang secara hukum tidak dapat berdiri sendiri sebagai alat bukti.


> “Podcast bukan ruang pembuktian. Dalam hukum, kita bicara bukti, saksi, kerugian nyata. Bukan asumsi atau opini,” tegasnya.


Dari sisi itikad, Willie Salim dikenal publik sebagai figur yang aktif melakukan kegiatan sosial dan berbagi kepada masyarakat. Banyak kontennya justru memperlihatkan bantuan nyata kepada orang-orang yang membutuhkan.


> “Kalau logikanya ditarik sederhana, sulit mengatakan ada niat jahat ketika yang dilakukan selama ini justru memberi, bukan mengambil,” tambahnya.


Ia juga mengingatkan agar publik tidak terjebak pada penghakiman massal yang dapat berujung pada pencemaran nama baik.


> “Kritik itu sah, tapi hukum tidak bekerja berdasarkan kemarahan atau viralitas. Hukum bekerja berdasarkan fakta dan kerugian nyata,” tutupnya. (Redaksi)

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Check Now
Ok, Go it!