QueenNews.co.id / MESUJI – Kepolisian Resor (Polres) Mesuji terus berupaya menekan angka kenakalan remaja dan menciptakan situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif di lingkungan pendidikan. Terbaru, Polres Mesuji menggelar kegiatan sambang dan Pembinaan serta Penyuluhan (Binluh) di Pondok Pesantren Daar El Fikri, Desa Simpang Mesuji, Senin (26/1/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Kabag Log Polres Mesuji, AKP Nasir Eden Panjaitan, S.H., M.H., hadir mewakili Kapolres Mesuji AKBP Dr. Muhammad Firdaus, S.Ik., M.H., sekaligus bertindak sebagai pembina upacara di hadapan para santri.
Dalam amanatnya, AKP Nasir memaparkan berbagai bentuk kenakalan remaja yang patut diwaspadai, mulai dari pelanggaran tata tertib sekolah hingga tindakan pidana.
"Kenakalan remaja itu bermacam-macam, mulai dari membolos, terlambat masuk sekolah, hingga perilaku agresif seperti bullying (perundungan), tawuran, dan balap liar," ujar AKP Nasir.
Ia juga memberikan peringatan keras terkait penyalahgunaan zat adiktif yang dapat merusak masa depan generasi muda. "Kami mengimbau para siswa untuk menjauhi rokok, minuman keras, terlebih narkoba," tegasnya.
AKP Nasir menekankan bahwa peran lembaga pendidikan seperti pondok pesantren sangat vital dalam membentuk karakter generasi muda yang taat hukum. Menurutnya, kerja sama antara kepolisian dan sekolah adalah kunci dalam menciptakan suasana belajar yang aman.
"Pondok pesantren memiliki peran besar dalam mencetak generasi yang cinta tanah air. Dengan menjaga Kamtibmas di lingkungan sekolah, kita menciptakan suasana yang nyaman untuk proses belajar mengajar," imbuhnya.
Melalui kegiatan rutin ini, Polres Mesuji berharap dapat meminimalisir angka kenakalan remaja di wilayah Kabupaten Mesuji secara signifikan. Langkah preventif ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang berkualitas.
"Tujuannya adalah mencetak generasi muda yang mumpuni untuk menyongsong Indonesia Emas 2045," pungkas AKP Nasir.

