Queennews.co.id/Lampung Selatan — Sekitar 100 personel Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Lampung membersihkan aliran Sungai Mesuji Sekampung di wilayah Hajimena, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, Jumat pagi. Kegiatan bertajuk Bharapelita Bakti Sosial itu melibatkan tokoh adat, masyarakat, serta 30 kader Desa Tangguh Bencana (Destana) dari Desa Hajimena dan Rejosari.
Aksi bersih sungai dipimpin Pelaksana Harian (Plh) Komandan Batalyon A Pelopor, AKP Budi Setiarso, S.H., M.H. Hadir pula tokoh masyarakat Hajimena Urianto Mislimin dan Krissusanto, serta Kanit Intel Batalyon A Pelopor, Aipda Nawawi.
Sejak pagi, personel Brimob bersama warga menyusuri bantaran sungai. Mereka mengangkat endapan lumpur, ranting, dan sampah rumah tangga yang menyumbat aliran air. Material yang terkumpul dimuat ke mobil pengangkut untuk dibuang ke tempat pembuangan akhir. Pembersihan difokuskan pada titik sedimentasi dan penumpukan sampah yang dinilai berpotensi menghambat arus air.
Budi mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari gerakan bersih lingkungan di jajaran Batalyon A Pelopor, sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo mengenai penguatan budaya kebersihan dan “Jumat Bersih”.
“Kegiatan ini adalah wujud kepedulian kami terhadap kondisi lingkungan, khususnya aliran sungai yang rawan tersumbat sampah dan sedimentasi. Kami ingin memastikan sungai tetap normal agar masyarakat tidak terdampak banjir saat musim hujan,” ujar Budi di sela kegiatan.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara aparat dan warga dalam menjaga keberlanjutan program lingkungan. “Kami tidak bisa bekerja sendiri. Keterlibatan tokoh adat, kader Destana, dan masyarakat menjadi kekuatan utama. Semangat gotong royong ini yang harus terus dijaga,” katanya.
Tokoh masyarakat Hajimena, Urianto Mislimin, menyatakan kegiatan tersebut memberi dampak langsung bagi warga. Menurut dia, keberadaan Brimob di tengah masyarakat tidak hanya membantu secara fisik, tetapi juga mendorong perubahan perilaku.
“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran dan kepedulian Brimob. Ini bukan hanya membantu membersihkan sungai, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat untuk tidak lagi membuang sampah sembarangan,” ujar Urianto.
Normalisasi aliran Sungai Mesuji Sekampung dinilai penting untuk mengurangi risiko banjir saat curah hujan meningkat. Keterlibatan kader Destana di bawah pembinaan BPBD Lampung Selatan menjadi bagian dari upaya mitigasi bencana berbasis masyarakat.
Kegiatan berlangsung hingga siang hari dan ditutup dengan imbauan kepada warga agar menjaga kebersihan sungai dan tidak membuang sampah sembarangan. Aksi ini menjadi bagian dari rangkaian program Bharapelita—Bakti Sosial Sinergi Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Lampung—yang menitikberatkan kerja bersama antara aparat dan masyarakat dalam menjaga keamanan sekaligus kelestarian lingkungan.


