Dingin di Davos, Mengapa Tak Ada Pejabat Tinggi Swiss Sambut Trump?

Melanniati
0

QueenNews.co.id / ZURICH — Saat roda pesawat pengganti Air Force One menyentuh landasan pacu Bandara Zurich pada Rabu, 21 Januari 2026, suasana yang menyambut Presiden Amerika Serikat ke-47, Donald Trump, jauh dari kesan hangat. Tidak ada barisan pejabat tinggi Federal Council Swiss yang biasanya berdiri tegak dalam protokol penyambutan kepala negara adidaya.


Tim investigasi kami menelusuri rentetan fakta di balik "penyambutan sunyi" ini, yang menurut para pakar diplomatik, merupakan sinyal terkuat atas keretakan hubungan transatlantik pasca ancaman akuisisi Greenland dan perang tarif terbaru.


Berdasarkan pengamatan langsung dan konfirmasi dari otoritas bandara, Trump tiba dengan keterlambatan lebih dari dua jam akibat kegagalan teknis pada pesawat pertamanya di Washington. Namun, bukan keterlambatan yang menjadi sorotan utama, melainkan absennya Presiden Swiss, Guy Parmelin, di tangga pesawat.


"Biasanya, untuk kunjungan kenegaraan atau kehadiran di forum sepenting WEF, ada level representasi yang jelas. Kali ini, Zurich terasa seperti perhentian teknis biasa bagi Gedung Putih," ujar seorang sumber diplomatik senior di Bern yang meminta anonimitas demi keamanan kariernya.


Investigasi kami menemukan bahwa ketidakhadiran pejabat tinggi Swiss bukan sekadar masalah jadwal yang bentrok. Dokumen internal yang bocor di kalangan diplomat Eropa menunjukkan adanya "kesepakatan tak tertulis" untuk menunjukkan sikap dingin kolektif.


Pemicunya adalah pernyataan Trump sesaat sebelum lepas landas yang menuntut "negosiasi segera" untuk akuisisi Greenland dari Denmark dan ancaman tarif terhadap delapan negara Eropa, termasuk Swiss (khususnya sektor industri jam mewah dan mesin kopi).


Kami telah menghubungi Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, yang membantah narasi "penolakan" tersebut. Menurutnya, Presiden Trump fokus pada agenda ekonomi dan peluncuran "Board of Peace" di Davos, bukan pada seremoni bandara. "Presiden disambut oleh rakyat Swiss yang antusias di sepanjang rute, bukan hanya oleh birokrat," tegasnya dalam keterangan resmi.


Namun, fakta di lapangan menunjukkan hal berbeda. Di Zurich dan beberapa kota besar Swiss, ribuan pengunjuk rasa turun ke jalan dengan spanduk "Trump Not Welcome". Polisi anti-huru-hara bahkan harus mengerahkan water cannon untuk membubarkan massa yang membakar bendera AS.


Laporan investigasi ini menyimpulkan bahwa Swiss sedang memainkan peran yang sangat berhati-hati. Di satu sisi, mereka adalah tuan rumah WEF yang harus netral; di sisi lain, sebagai negara yang sangat bergantung pada ekspor, mereka tidak bisa membiarkan ancaman tarif Trump lewat begitu saja tanpa respons simbolis.


"Ini adalah diplomasi kursi kosong," kata Dr. Stefan Müller, analis hubungan internasional. "Swiss tidak mengusir Trump, tapi mereka memastikan Trump tahu bahwa kehadirannya kali ini datang dengan beban ketidaksetujuan yang besar.


Laporan ini disusun berdasarkan pengamatan langsung, wawancara dengan tiga sumber diplomatik berbeda, dan verifikasi dokumen kebijakan luar negeri. Kami menjunjung tinggi prinsip check and re-check sesuai Pasal 3 Kode Etik Jurnalistik.(Redaksi)

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Check Now
Ok, Go it!