Queennews - Perlawanan Forum Muda Lampung (FML) terhadap gurita jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama RI memasuki babak baru yang lebih mengancam. Siang tadi, Jumat (13/02/2026), perwakilan FML resmi mendatangi Polda Metro Jaya untuk menyerahkan surat pemberitahuan aksi massa jilid II.
Gerakan ini merupakan lanjutan dari aksi Jilid I yang dilaksanakan FML di Kantor Kemenag RI Kamis (12/02/2025) kemarin.
Langkah ini menegaskan bahwa aksi lanjutan bukan sekadar wacana, melainkan sebuah kepastian hukum dan pergerakan massa yang akan langsung menyasar jantung kekuasaan di Kemenag RI.
Pasca menyerahkan surat di Polda Metro Jaya, Sekretaris Jenderal FML, M Iqbal Farochi mengeluarkan pernyataan langsung kepada para pelaku yang terlibat.
"Surat sudah di tangan kepolisian. Ini adalah bukti bahwa kami tidak akan mundur. Kepada Oknum Tenaga Ahli (TA) di Kemenag RI dan Makelar Jabatan di Lampung, jangan harap kalian bisa terus bersembunyi di balik ketiak kekuasaan. Kami datang untuk menjemput kebenaran yang kalian kubur dalam-dalam!" tegas Iqbal di Polda Metro Jaya.
FML menilai, ketenangan para oknum tersebut saat ini adalah ketenangan semu. Fokus utama aksi jilid II nanti tetap konsisten yakni membongkar peran Oknum TA yang diduga bermain di balik jabatan di Lampung serta menyeret Oknum makelar yang selama ini menjadi kurir dana haram tersebut.
"Siang tadi kami sudah sampaikan kepada pihak berwenang bahwa ada persoalan serius mengenai integritas di Kemenag RI. Oknum makelar dan jaringannya di pusat harus segera dikuliti. Jangan sampai uang rakyat Lampung dan jabatan strategis di institusi agama terus-menerus menjadi bancakan para mafia ini," tambah Riki T H Korlap FML.
FML menekankan bahwa dengan masuknya surat ke Polda, maka eskalasi massa di aksi jilid II akan jauh lebih besar dan terkonsolidasi.
"Aksi jilid II nanti bukan sekadar orasi. Ini adalah gerakan untuk meruntuhkan kesombongan para Tenaga Ahli yang merasa bisa menjual jabatan sesuka hati. Kami sudah mengantongi jalur-jalur komunikasi informal kalian. Surat ke Polda hari ini adalah lonceng kematian bagi karier gelap kalian!"
Tuntutan Utama Aksi Jilid II adalah sebagai berikut:
1. Mendesak Menteri Agama mencopot Tenaga Ahli yang diduga menjadi jembatan jual beli jabatan di Kanwil Lampung.
2. Seret Oknum Makelar ini ke Jalur Hukum dengan Meminta pihak kepolisian mendalami peran sebagai makelar yang mengumpulkan setoran dari daerah untuk pusat.
3. Mengusut aliran dana proyek strategis seperti asrama Haji dan KUA.
Dengan diterimanya surat pemberitahuan aksi oleh Polda Metro Jaya, FML memastikan bahwa Jakarta akan kembali bergemuruh. Pesan mereka jelas, Tidak ada ruang aman bagi pengkhianat negara.
(rls)
