Irigasi Bermasalah BBBWS-MS X Abipraya Kembali Didemo di Kemen PU - KPK Pekan Depan

Admin Redaksi
0

​Quennews — Di negeri yang sedang digerogoti oleh rayap-rayap birokrasi, suara-suara kaum muda kembali memekik. Hari ini (19/02/2024), Front Rakyat dan Mahasiswa Madani Seluruh Indonesia (Formmasi) resmi melayangkan surat pemberitahuan aksi ke Polda Metro Jaya. Bukan sekadar seremonial, ini adalah maklumat perlawanan terhadap dugaan ketidakberesan pembangunan.

​Kamis, 19 Februari 2024 mendatang, jalanan Jakarta akan kembali menjadi saksi langkah kaki para pengawal keadilan. Mereka akan bergerak menuju tiga titik nadi kekuasaan: Kementerian Pekerjaan Umum, Kejaksaan Agung, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

*​Aksi Lanjutan*
​Aksi ini bukanlah letupan sesaat. Ia adalah api lanjutan dari unjuk rasa yang sebelumnya telah digelar di kantor PT Brantas Abipraya pada 12 Februari lalu. Tuntutannya tetap teguh, tak bergeser seinci pun: menuntut transparansi atas Proyek Irigasi Inpres BBWS MS Lampung.

​Proyek senilai 46 miliar rupiah itu menjadi sorotan tajam lantaran dimenangkan oleh PT Brantas Abipraya melalui mekanisme penunjukan langsung—sebuah cara yang kerap kali menyimpan tanya dalam nalar publik.

​*Kualitas yang Dikhianati*
​Bagi Formmasi, pembangunan bukan sekadar tumpukan semen dan baja, melainkan amanah uang rakyat yang harus dipertanggungjawabkan. Rahmat, Ketua Umum Formmasi, menyatakan dengan nada tegas:

​"Kami meyakini pekerjaan ini tidak layak untuk dibayar karena buruknya kualitas pekerjaan yang dihasilkan. Rakyat tidak boleh disuguhi infrastruktur yang rapuh sementara anggaran menguap entah ke mana."

​Dalam aksi pekan depan, Formmasi membawa mandat:

​Kepada Kementerian PU: Mendesak dilakukannya supervisi lapangan segera serta audit menyeluruh guna mencocokkan realisasi pekerjaan dengan spesifikasi teknis dalam dokumen kontrak.

​Kepada Kejaksaan Agung (Jamintel): Melaporkan dugaan penyimpangan dan meminta penyelidikan detail atas proses penunjukan langsung kepada PT Brantas Abipraya.

​Kepada KPK: Mengawal setiap jengkal perencanaan hingga realisasi proyek agar tidak menjadi ladang bancakan korporasi dan birokrat nakal.

​Sejarah mencatat bahwa perubahan tidak pernah lahir dari meja-meja perundingan yang sunyi, melainkan dari derap langkah mereka yang berani bersuara di bawah terik matahari. Formmasi telah memilih jalannya: jalan pedang keadilan untuk mengawal pembangunan negeri.

(rls)

Tags

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Check Now
Ok, Go it!