Aliansi Mahasiswa UIN Jusila Gelar Orasi Minta Rektor I Prof.Dr.Hj.Ida Umami M.Pd.Kons Mundur

Publisher
0


Kota Metro//Queen news.co.id - Aliansi Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Jusila Kota Metro gelar orasi menyampaikan   tuntutannya terkait adanya dugaan penyimpangan dan kesalahan wewenang penggunaan jabatan yang dimiliki oleh Rektor I UIN Jusila Prof.Dr. Hj.Ida Umami  M.Pd. Kons. Yang mana dalam tuntutan tersebut mencakup beberapa hal yang dianggap itu sudah keluar dari prosedur administrasi yang ada di universitas tersebut.

Mahasiswa yang menggelar orasi mengatas namakan Aliansi UIN Jusila mendesak pihak Universitas agar dapat segera mengeluarkan ijazah alumni mahasiswa ditahun 2025 , serta menjelaskan beberapa permasalahan yang ada dikampus tersebut yaitu mengharapkan agar Rektor I Prof.Dr.Hj. Ida Umami M.Pd.Kons.agar mundur dari jabatannya sebagai rektor UIN Jusila,karena dianggap mencemarkan nama baik universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung terkait masalah dugaan penyimpangan dana KIP yang tidak tersalurkan dan adanya potong administrasi atas penerima dana KIP mahasiswa tersebut.

Selain itu juga Aliansi Mahasiswa UIN Jusila berharap Rektor I dapat memberikan penjelasan terkait permasalahan dikampus semuanya yang berhubungan dengan pemanggilan Rektor I di Polres Metro terkait penyalahgunaan data Atas Kenaikan Haji ,hal tersebut membuat para mahasiswa menjadi geram atas tindakan rektor tersebut yang sudah mencoreng integritas Universitas tersebut.


Fajar salah satu Aliansi Mahasiswa UIN Jusila menyampaikan bahwa, mereka melakukan orasi hari ini merupakan bentuk kepedulian terhadap Pencitraan dari Universitas Islam Negeri jangan sampai tercoreng oleh sifat dan perilaku rektor Ida Umami atas kesalahan yang dilakukan dengan Melakukan hal hal yang tidak sewajarnya dilakukan terhadap mahasiswa atas pemotongan dana KIP dan penahanan ijazah para alumni IAIN ditahun 2025 yang sampai saat ini belum diberikan kepada yang berhak menerima nya.

" Kami selaku Aliansi Mahasiswa UIN melakukan orasi hari ini menuntut agar Rektor I Prof.Dr.Hj.Ida Umami M.Pd. Kons.agar mundur dari jabatannya selaku rektor karena dianggap telah mencoreng nama baik universitas yang mana kesalahan tersebut mutlak dan ril sangat fatal yaitu telah melakukan pendataan perjalanan haji yang dianggap fiktif, pemotongan dana KIP terhadap mahasiswa yang menerima dan penahanan ijazah para mahasiswa yang sebelumnya pernah belajar di universitas ini  tahun angkatan 2025 yang belum diberikan ijazahnya, hingga hari ini," jelas fajar saat diwawancarai oleh beberapa awak media .

Lebih lanjut Fajar menambahkan bahwa, beberapa tuntutan yang disampaikan saat orasi pada hari ini merupakan sebagai bentuk kepedulian kami selaku para mahasiswa disini untuk menjaga Marwah dan integritas Universitas ini agar tidak tercoreng oleh oknum pemimpin yang tidak bertanggung jawab atas apa yang terjadi di universitas ini dengan adanya mal administrasi yang dilakukan oleh beberapa oknum dosen dengan pemotongan dana KIP yang tidak tersalurkan semuanya dan kami akan terus menggiring permasalahan ini sampai dengan tuntas dan terselesaikan sehingganya para penerima dana KIP tersebut dapat menerima dengan sepenuhnya tanpa embel-embel potongan administrasi dan sampai ijazah para  mahasiswa sebelumnya yang pernah belajar disini agar dapat segera menerima haknya ," tutup fajar selaku Aliansi Mahasiswa UIN Jusila .

Ditempat yang sama Prof.Dr.Hj.Ida Umami M.Pd.Kons. saat diwawancarai oleh awak media menyampaikan bahwa, sangat menerima apa yang sudah dilakukan mahasiswanya telah menyampaikan aspirasinya dan berharap agar dapat kami menyampaikan yang sebenarnya atas apa yang mereka orasikan .

"Saya selaku Rektor I UIN Jusila telah menerima Aspirasi dari mahasiswa kami dan sudah kami jelaskan semua terkait permasalahan perjalanan haji, dana KIP yang seyogyanya dianggap ada pemotongan administrasi dan penahanan ijazah mahasiswa sebelumnya yang sampai saat ini belum kami berikan kepada mereka yang berhak menerimanya,"ucap Ida Umami saat diwawancarai oleh beberapa awak media.

Ida Umami menjelaskan bahwa, terkait pemanggilan saya dipolres atas pelaporan perjalanan haji tersebut merupakan itu milik saya sendiri dan sudah tiga kali dipanggil oleh pihak kepolisian dan saya sudah mengikuti prosedurnya dan ternyata pihak yang melaporkan tidak dapat hadir dan oleh pihak kepolisian itu dianggap gugur dan ditutup permasalahannya, selain itu juga terkait dana KIP itu semuanya tidak benar atas adanya pemotongan administrasi dan terkait ijazah yang tertahan sampai saat ini untuk penyelesaian status akreditasi nya belum selesai yang tadinya Institut Agama Islam Negeri (IAIN) sekarang menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Jusila dan Insyaallah secepatnya akan kami urus semoga dalam tahun ini semua ijazah yang masih tertahan disini, tahun ini sudah bisa kami berikan kepada alumni mahasiswa tersebut," tutupnya Rektor UIN.( Arwan)

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Check Now
Ok, Go it!