Dugaan kongkalikong di proyek irigasi BBWS Mesuji Sekampung senilai Rp46,9 Miliar bakal berbuntut panjang. Besok, Kamis (12/2), ratusan massa dari Front Rakyat dan Mahasiswa Madani Seluruh Indonesia (FORMMASI) dipastikan bakal turun ke jalan.
Tak tanggung-tanggung, massa bakal menggeruduk tiga lokasi sekaligus: Kantor PT Brantas Abipraya, PT Agrinas Pangan Nusantara, dan berakhir di Kejaksaan Agung (Kejagung) RI.
Modus Proyek Arisan? Ketua Presidium FORMMASI, Rahmad Basuki, menyebut proyek Inpres Tahap III di Lampung ini baunya menyengat melibatkan BUMN Brantas Abipraya sebagai pelaksana dan BUMN Agrinas Pangan Nusantara sebagai konsultan pengawas. Ia menuding ada praktik "Proyek Arisan" lewat jalur Penunjukan Langsung (PL) yang tidak transparan.
"Masa proyek puluhan miliar ditunjuk langsung? Pelaksana dan pengawasnya adalah BUMN yang kantornya bersebelahan, Ini pintu masuk korupsi. Akibatnya, pengerjaan seperti sample di Pardasuka Pringsewu itu amburadul! Batu siring dipasang tanpa pasir urug, strukturnya tipis. Kami duga volumenya disunat habis-habisan buat bayar 'biaya pengondisian' di awal," cetus Rahmad, Rabu (11/2).
Konsultan Diduga Main Mata Bukan cuma kontraktor, FORMMASI juga menargetkan PT Agrinas sebagai konsultan pengawas. Mereka dituding memanipulasi personel ahli dan membiarkan pengerjaan fisik berjalan asal jadi di lapangan.
"Pengawasnya ngaku orang awam, bukan tenaga ahli. Ini penipuan! Makanya besok kantor Agrinas juga kita kepung sebelum kita geser ke Kejagung," tambahnya.
Lapor ke Kejagung Di titik terakhir, massa bakal menyerahkan satu bundle laporan resmi ke Kejagung RI. FORMMASI mendesak Jaksa Agung segera menyeret oknum BBWS dan Direksi Brantas Abipraya ke ranah pidana.
"Besok kami bawa keranda mayat dan bakar ban. Kami minta Kejagung periksa aliran dana proyek ini. Jangan sampai duit rakyat cuma jadi bancakan kontraktor BUMN dan konsultan nakal," tegas Rahmad.
Aksi direncanakan mulai pukul 10.00 WIB dengan kekuatan 150 massa aksi.
(rls)
